BREAKING NEWS

Polri Evakuasi Korban Penculikan dari Pegunungan Papua Tengah ke Timika


TIMIKA, PasundanPos.com Kepolisian Republik Indonesia mengevakuasi seorang korban penculikan dari wilayah Bela 1, Distrik Alama, Papua Tengah, ke Timika menggunakan helikopter pada 14 September 2026, sebagai bagian dari dukungan penerbangan untuk Operasi Damai Cartenz-2026.

Korban, Deremina Uwamang, dievakuasi menggunakan Helikopter Bell 412 P-3002 dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan penanganan medis.

Dukungan penerbangan kembali dilakukan pada Kamis (17/9), ketika helikopter yang sama digunakan untuk menjemput keluarga korban dari Distrik Jila menuju Timika.

Tim Operasi Damai Cartenz bersama tim penjemputan tiba di Bandara Timika sekitar pukul 09.48 WIT dalam kondisi selamat. Polisi mengatakan, seluruh personel dan penumpang tiba tanpa kendala.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dukungan penerbangan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis dan akses yang sulit.

“Dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua, Polri tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kepentingan kemanusiaan,” kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, pada Jumat (18/9).

Menurut Trunoyudo, pelaksanaan evakuasi dan penjemputan melibatkan koordinasi antara personel Operasi Damai Cartenz, Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri dan unsur terkait lainnya.

“Medan dan kondisi geografis Papua memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, keselamatan penerbangan, profesionalisme personel, koordinasi dan sinergi menjadi hal yang terus dikedepankan,” ujarnya.

Penerbangan Helikopter Bell 412 P-3002 dalam rangkaian operasi tersebut dipimpin AKBP Asran Koto sebagai captain pilot, dengan IPDA Bambang S. sebagai co-pilot. Dukungan teknis diberikan AIPDA Agus S. dan AIPDA Grifanli sebagai mekanik serta Briptu Suwirya sebagai flight operations officer (FOO).

Polri menyatakan, dukungan udara diperlukan untuk menjangkau wilayah Papua Tengah yang memiliki medan dan akses transportasi yang menantang.

Trunoyudo mengatakan, kehadiran personel Polri di wilayah tersebut tidak hanya berkaitan dengan operasi keamanan, tetapi juga pelayanan dan perlindungan masyarakat.

“Polri akan terus hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan keselamatan, profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Operasi Damai Cartenz-2026 merupakan operasi kepolisian yang berlangsung di wilayah Papua. Dalam pelaksanaannya, dukungan penerbangan digunakan untuk menunjang mobilitas personel sekaligus membantu proses evakuasi dan pelayanan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. (Sri)