Baznas Luncurkan Beasiswa Santri Untuk Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Font Terkecil
Font Terbesar
JOMBANG ■ PASUNDAN POS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Program Beasiswa Santri untuk memperluas akses pendidikan bagi santri, terutama dari keluarga kurang mampu, di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Program tersebut diluncurkan di Pondok Pesantren Al Wahabiyyah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dalam rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan dihadiri ratusan peserta dari kalangan alumni IPNU, pesantren, organisasi kemasyarakatan serta penerima beasiswa Baznas.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan dukungan terhadap pendidikan santri merupakan bagian dari upaya mendorong kebangkitan umat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurut dia, penguatan pendidikan perlu berjalan seiring dengan penguasaan di bidang ekonomi, politik serta ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperbaiki tata kelola negara.
Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan pemerintah berharap program beasiswa tersebut dapat membantu santri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia mengatakan Kementerian Agama juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pesantren dalam pengembangan program pendidikan dan beasiswa bagi santri.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Wahabiyyah Tambakberas, Mundjidah Wahab, mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi santri dan santriwati dari keluarga kurang mampu.
Pimpinan Baznas RI sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Alumni IPNU, Idy Muzayyad, mengatakan kerja sama Baznas dan Majelis Alumni IPNU juga mencakup program Future Leaders Fellowship (FLF), yang diinisiasi oleh alumni IPNU.
Menurut Idy, kerja sama tersebut akan diperluas, termasuk dengan Kementerian Agama melalui bidang pendidikan pesantren, agar cakupan penerima manfaat program beasiswa dapat ditingkatkan.
Peluncuran beasiswa tersebut kemudian dilanjutkan dengan talkshow bertema “Transformasi Pesantren dalam Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia melalui Pendidikan Tinggi”.
Diskusi menghadirkan Ketua Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI) Cholil Nafis, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU Hodri Arief, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah Maskuri, serta Ketua Bidang Tarbiyah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) Tiar Anwar Bahtiar. Diskusi dipandu Deputi II Baznas M. Imdadut Rahmat. (ghs)
