Arya Saloka Jadi Ustaz dalam Film Horor Munafik: Melawan Iblis, Angkat Kisah Trauma dan Keikhlasan
Font Terkecil
Font Terbesar
JAKARTA, 24 Agustus 2026 — Film horor terbaru produksi Unlimited Production bekerja sama dengan Skop Productions, Munafik: Melawan Iblis, siap menyapa penonton di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
Film yang disutradarai Guntur Soeharjanto dan diproduseri Oswin Bonifanz ini tidak hanya mengandalkan teror supranatural.
Di balik kisah horornya, Munafik: Melawan Iblis membawa cerita tentang kehilangan, trauma, serta perjuangan seseorang untuk menerima kenyataan dan menemukan kembali keikhlasan.
Cerita berpusat pada Ustaz Adam yang diperankan Arya Saloka. Dalam perjalanan pulang setelah membantu sebuah keluarga menghadapi gangguan iblis, Adam mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan sang istri, Aini, yang diperankan Widi Dwinanda.
Peristiwa tersebut membuat Adam berhenti melakukan rukiah dan memilih menjalani hidup dalam kesedihan.
Ia kemudian kembali dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus berhadapan dengan dunia rukiah.
Adam diminta membantu menyelamatkan Fitri, seorang perawat yang diperankan Acha Septriasa. Fitri merupakan putri Haji Mansur, tokoh yang dihormati di desa tempat Adam tinggal.
Awalnya Adam menolak permintaan tersebut. Namun, sebuah pesan yang berkaitan dengan mendiang istrinya membuatnya berubah pikiran. Dalam prosesnya, Adam justru menemukan adanya rahasia gelap di balik teror gaib yang dialami Fitri.
Horor yang Mengangkat Luka Batin
Selain menghadirkan teror dari entitas iblis, film ini mencoba menempatkan persoalan psikologis dan emosional sebagai bagian penting dalam cerita.
Perjalanan Adam menjadi gambaran seseorang yang masih berusaha berdamai dengan kehilangan. Karena itu, konflik dalam film tidak hanya datang dari gangguan supranatural, tetapi juga dari pergulatan batin yang dialaminya.
Produser Oswin Bonifanz menyebut film ini sebagai eksplorasi terbaru Unlimited Production dengan cerita horor kesurupan dan rukiah yang memiliki lapisan emosional.
Menurutnya, film tersebut ingin mengangkat pengalaman mengenai luka, trauma, dan kehilangan yang dapat dirasakan oleh banyak orang.
Arya Saloka Dapat Pengalaman Baru
Peran sebagai Ustaz Adam juga memberikan pengalaman tersendiri bagi Arya Saloka.
Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan memainkan karakter tersebut sekaligus mempelajari lebih banyak hal selama proses produksi.
Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah membawakan adegan yang berkaitan dengan bacaan Al-Qur'an sebagai bagian dari karakter Ustaz Adam.
Bagi Arya, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan sebagai aktor, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan proses refleksi diri.
Sementara itu, Acha Septriasa berperan sebagai Fitri, karakter yang menghadapi berbagai situasi berat sepanjang cerita. Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan dua dekadenya di industri perfilman Indonesia.
Acha menggambarkan Fitri sebagai karakter yang sedang mengalami proses menerima kenyataan setelah menghadapi kehilangan dan belum sepenuhnya mampu berdamai dengan keadaan.
Roadshow Disambut Antusias Penonton
Menjelang perilisan serentak pada 3 September 2026, Unlimited Production juga telah menggelar roadshow di sejumlah wilayah. Salah satu agenda tersebut disebut mendapat sambutan tinggi dari penonton dengan tiket yang habis terjual.
Antusiasme tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa Munafik: Melawan Iblis telah mendapat perhatian bahkan sebelum resmi tayang di bioskop.
Dengan memadukan unsur horor, rukiah, trauma, dan drama kehilangan, film ini mencoba menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar menghadirkan rasa takut.
Munafik: Melawan Iblis mengajak penonton mengikuti perjalanan batin Ustaz Adam dalam menghadapi duka dan kehilangan.
Pada akhirnya, perjuangan yang dihadapi bukan hanya melawan teror iblis, tetapi juga melawan luka yang masih tersimpan dalam diri.
Film ini dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, Donny Damara, Widi Dwinanda, Annisa Hertami, Nova Eliza, Oce Permatasari, dan Elvira Devinamira. (Mutia)
