Mengapa Kamboja Ingin Belajar Pancasila? BPIP Ungkap Fokus Kerja Sama dengan Indonesia
Font Terkecil
Font Terbesar
PASUNDAN RAYA ■ JAKARTA — Kamboja ingin mempelajari pengalaman Indonesia membangun persatuan melalui Pancasila. BPIP menyiapkan kerja sama pendidikan kebangsaan, pertukaran pemuda, hingga penelitian bersama.
Pemerintah Kerajaan Kamboja menyatakan ketertarikannya mempelajari pengalaman Indonesia dalam membangun persatuan melalui Pancasila sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas nasional dan karakter bangsa.
Ketertarikan tersebut disampaikan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many saat bertemu Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Senin (28/7). Informasi itu disampaikan Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala.
Menurut Darmansjah, Hun Many menilai keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman melalui Pancasila menjadi referensi penting bagi Kamboja yang tengah memperkuat identitas nasional setelah melewati sejarah konflik dan perang saudara.
Hun Many mengatakan pemerintah Kamboja saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar persatuan nasional tetap terjaga.
Megawati menyatakan nilai-nilai Pancasila bersifat universal dan dapat diadaptasi berbagai negara sesuai kondisi sosial, budaya, dan sejarah masing-masing.
Ia juga menilai semangat Konferensi Asia Afrika 1955 tetap relevan sebagai fondasi kerja sama antarnegara berkembang.
Sebagai tindak lanjut, BPIP membuka peluang kerja sama pendidikan kebangsaan melalui pertukaran pemuda, penelitian bersama, konferensi akademik, pertukaran pengalaman, hingga pengembangan program Paskibraka dan Duta Pancasila.
BPIP berharap kolaborasi tersebut memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Kamboja sekaligus memperluas diplomasi nilai yang berlandaskan persatuan, toleransi, dan kebangsaan.(Jamil)
