-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POS | KRITIS, NASIONALIS, RELIGIUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    PASUNDAN POS

    Presiden Jokowi: Dalamnya Partai Seperti Apa Saya Tahu, Informasi yang Saya Terima Komplit

    PASUNDANPOS.com
    Sabtu, 16 September 2023, 16:32 WIB Last Updated 2023-09-16T09:32:39Z

    PASUNDAN POS | BOGOR — Presiden Jokowi mengaku dirinya memiliki informasi lengkap yang didapat dari berbagai sumber terkait kondisi partai politik (parpol), termasuk keinginan parpol tersebut.

    “Dalamnya partai seperti apa saya tahu, partai-partai seperti apa saya tahu. Ingin mereka menuju kemana saya tahu. Informasi yang saya terima komplit,” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (16/9).

    Jokowi mengatakan, informasi tersebut didapat dari berbagai intelijen, dari informasi data terbaru, hingga survei terkait parpol.

    “Dari intelijen saya ada, BIN (Badan Intelijen Negara). Dari intelijen di Polri, ada. Dari intelijen di TNI, saya punya, BAIS (Badan Intelijen Strategis), dan info-info di luar itu. Angka, data, survei, semuanya ada,” kata Jokowi.

    Informasi tersebut hanya dimiliki Presiden Jokowi karena disampaikan secara langsung dari intelijen.

    “Dan itu hanya miliknya Presiden. Dia (informasi) itu langsung,” ujar Jokowi.

    Dalam acara relawan itu, Jokowi menjelaskan kepemimpinan ke depan sangat penting dan menentukan apakah Indonesia akan mampu melompat menjadi negara maju atau hanya berkutat sebagai negara berkembang.

    Karena itu, pelaksanaan Pemilu untuk menentukan Presiden-Wakil Presiden selanjutnya yakni Pemilu 2024, Pemilu 2029, dan Pemilu 2034 akan sangat menentukan posisi bangsa Indonesia.

    “Saya berikan contoh di Amerika Latin, banyak negara sudah jadi negara berkembang, tahun 60-an, tahun 70-an sudah jadi negara berkembang, tapi saat ini mereka juga masih negara berkembang. Tak bisa keluar dari jebakan. Kita tidak mau itu, dan kesempatan itu hanya ada di tiga periode kepemimpinan nasional kita,” kata dia.

    Saat ini, Indonesia memiliki peluang untuk melompat menjadi negara maju dari negara berkembang karena memiliki bonus demografi dan kebijakan hilirisasi sumber daya alam.

    Presiden mencontohkan, salah satu kebijakan hilirisasi yakni penghentian ekspor bijih nikel dan menggantinya dengan produk bernilai tambah yang telah memberikan penerimaan negara secara signifikan.

    “Saya berpikiran negara ini harus jadi negara maju, negara makmur. Tapi memang kepemimpinan itu sangat menentukan,” kata Presiden Jokowi.(rl/by)


    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERKINI